
Anaz & Jane
Perjalanan Pasca-Pernikahan di Sawah Terasering Tegalalang, Bali
Bepergian dari Maroko ke Bali, Anaz dan Jane menemukan kelanjutan yang tenang dari hari pernikahan mereka di tengah sawah terasering Tegalalang yang berwarna zamrud — titik temu antara warisan Maroko dan alam Bali.
Ada momen-momen yang tidak meminta untuk dipentaskan. Ia hanya meminta untuk dirasakan.
Bagi Anaz dan Jane, pengalaman pasca-pernikahan mereka di Bali tidak pernah dimaksudkan untuk meniru hari pernikahan. Pengalaman ini dirancang sebagai kelanjutan yang tenang darinya — ruang untuk bernapas, berkelana, dan hadir bersama setelah perayaan usai.
Bepergian dari Maroko ke Bali, mereka tertarik bukan hanya pada keindahan pulau ini, tetapi juga pada iramanya. Pada cara alam terbentang perlahan. Pada cara keheningan membawa makna. Pada cara cahaya bergerak melintasi lanskap.
Kami merancang perjalanan pasca-pernikahan mereka di Tegalalang, tempat lapisan-lapisan sawah zamrud mengalir lembut di perbukitan Ubud, menciptakan salah satu lingkungan alam paling puitis di Bali.
Ketika Lanskap Menjadi Cerita
Tegalalang bukan sekadar lokasi. Ia adalah komposisi hidup dari air, tanah, dan cahaya.
Di sini, udara pagi terasa sejuk. Ladang-ladang seolah bernapas. Suara angin dan air yang jauh menggantikan percakapan.
Dalam suasana inilah Anaz dan Jane memasuki sesi pasca-pernikahan mereka — bukan sebagai pengantin baru yang berpose untuk difoto, melainkan sebagai dua insan yang membiarkan diri mereka menjadi bagian dari lanskap.
Tidak ada ketergesaan. Tidak ada pertunjukan. Hanya gerak, kehadiran, dan kedekatan yang hening.
Langkah mereka menyusuri teras-teras sawah mengalir dengan alami — tawa yang lepas apa adanya, jeda yang lembut, dan keheningan yang dibagi berdua saat cahaya melembut di atas ladang.
Pengalaman Pasca-Pernikahan, Bukan Sesi Foto
Di Linda Wiryani Design and Event Planning, kami merancang pengalaman pasca-pernikahan sebagai perjalanan emosional, bukan sesi fotografi.
Bagi Anaz dan Jane, tujuannya tidak pernah soal gaya yang dramatis atau set yang rumit. Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi keintiman, membiarkan hubungan mereka hadir dalam suasana yang membumi, puitis, dan hidup.
Sawah terasering menjadi latar sekaligus saksi. Kelembutan busana mereka menggemakan palet alami di sekeliling. Kesederhanaan kehadiran mereka membiarkan lingkungan yang memimpin. Kamera mengikuti dengan tenang.
Antara Maroko dan Bali
Berasal dari Maroko, negeri dengan tekstur, sejarah, dan warna yang dalam, Anaz dan Jane menemukan keakraban yang tak terduga di lanskap Bali.
Berbeda dalam bentuk, namun serupa dalam jiwa. Kedua budaya menyimpan penghormatan terhadap tanah. Keduanya memahami keindahan sebagai sesuatu yang dijalani, bukan dipamerkan.
Perjalanan pasca-pernikahan mereka menjadi titik temu antara dua dunia — tempat warisan Maroko dan alam Bali hidup berdampingan dengan tenang dalam satu bingkai.
Kenangan yang Hidup Melampaui Gambar
Yang tersisa dari waktu Anaz dan Jane di Tegalalang bukan hanya gambarnya — melainkan perasaannya.
Perasaan berjalan tanpa tujuan. Mendengarkan alih-alih berbicara. Membiarkan sebuah tempat membentuk sebuah momen.
Kisah pasca-pernikahan mereka adalah pengingat bahwa pengalaman paling bermakna sering kali terjadi bukan di dalam upacara, melainkan di ruang sesudahnya — saat dunia melembut dan sesuatu yang nyata punya tempat untuk muncul.
Dirancang & Dikurasi oleh
Linda Wiryani Design and Event Planning
Pengalaman Pasca-Pernikahan & Arahan Kreatif
📍 Sawah Terasering Tegalalang, Ubud, Bali
Pasangan: Anaz & Jane — Maroko
Galeri Desain
Momen dari
Anaz & Jane







